ini edisi January 2004. sorry rada panjang. ada nyentuh agamais tapi in general netral sih.
Mary Beth Bonacci gak punya hubungan sama sekali sama barisan bilangan Fibonacci. Inget kan? 1, 3, 4, 7, 11 dkk dst dsb. Walau mereka sama-sama terkenal di kancahnya masing-masing. John Nash sebagai seorang internationally acclaimed mathematician mungkin lebih familiar dengan Fibonacci dengan segala permainan angkanya. Kalo Mary Beth Bonacci, siapa yang kenal? Dia cukup terkenal di kalangan youth catholics di Amerika. Dengan berbekal master’s degree in Theology of Marriage and Family dari John Paul II Institute (Lateran University), memberi talk atau memfasilitasi diskusi tentang love, chastity, sex and the likes to young catholic people udah menjadi makanannya sehari-hari. Karya-karyanya sudah banyak, bukan hanya pembicaraan lisan, tetapi juga sudah diprasastikan dalam dua buku karangannya, yaitu “We’re on a Mission from God” dan “Real Love”. Untuk segala keberhasilannya ini dia dimasukkan dalam daftar “Outstanding Young Women of America” pada tahun 1997.
Cinta. Apa sih sebenernya yang dimaksud dengan cinta? Kita sering mendengar orang-orang di sekitar kita menyebut kata cinta. I love him. I love her. I love you. And many more. Apa sih susahnya menyebut kata cinta? Tinggal buka mulut, kirim sensor motorik dari otak ke otot-otot lidah dan sekitar mulut, jadilah kata cinta itu terucap. Sama mudahnya dengan kalau kita berkata “makan”, “minum” dan kata-kata sederhana lainnya. Tetapi apakah kata-kata tersebut mempunyai bobot yang sama?
Kata cinta mempunyai kekuatan yang dahsyat. Ia dapat membuat hati seorang remaja kebat-kebit gak keruan. Ia bisa bikin orang yang PD kayak apa pun gemeteran dan harap-harap cemas ketika menyatakan kata sakti ini. Ia bisa mendorong seorang ibu menyeruak asap dan api kebakaran untuk menyelamatkan bayinya. Ia bisa membuat seorang terhormat mengulurkan tangannya untuk merangkul orang-orang berpenyakit kusta atau penyakit menular lainnya. Ia dapat membuat seseorang merelakan hidupnya demi menyelamatkan sesamanya. Ia dapat membuat orang meninggalkan harta kekayaan dan popularitasnya untuk hidup bersama orang yang dicintainya. Ia dapat membuat seorang Putra membiarkan diri-Nya disalib demi pengampunan dosa.
Tetapi cinta juga dapat membuat orang sakit hati. Seperti yang dikatakan Mother Teresa semasa hidupnya “Let us not love by words alone, but let us love until it hurts”. Cinta juga dapat menciptakan kegalauan di hati seseorang. Cinta pulalah yang terkadang membuat seseorang mencucurkan air mata berhari-hari. Cinta juga dapat membuat seseorang kehilangan akal sehat. Cinta seringkali menjadi sumber kebingungan.
Ironis bukan? Sesuatu yang begitu indah bisa melukai.
Cinta bagaikan genggaman pasir. Semakin erat kita menggenggam, semakin banyak kita kehilangan pasir itu. Tetapi kalau kita tidak menggenggam, kita juga akan kehilangan kesempatan untuk memilikinya.
Cinta bagaikan sekuntum bunga mawar. Cantik untuk dilihat, semerbak untuk dicium. Tetapi ketika kita pegang terlalu erat, durinya akan melukai kita.
Cinta bagaikan binatang peliharaan. Kalau kita membiarkan dia hidup bebas tanpa terlalu banyak mengekang, ia akan selalu kembali kepada kita. Tetapi kalau kita terlalu mengekang, ia akan meninggalkan kita dan melupakan kita.
Hmmm, cinta memang membingungkan. Sampe sekarang, belum ada orang yang benar-benar berhasil merumuskan apa itu kata cinta. Axiom yang menyatakan “cinta adalah…” belum pernah ditemukan di prasasti ataupun papyrus ataupun buku manapun. Di lagu-lagu cinta, arti yang dituturkan pun hampir gak ada yang sama. Fakultas cinta? Heheheh gak pernah kedengeran tuh eksistensinya. Mungkin belum ada yang sanggup jadi kepala sekolah kali…
Buat contoh konkrit, marilah kita buka kamus.
Kamus pertama, Cambridge’s Dictionary dari Cambridge Univesrity Press.
Menurut dia, love is when you like someone very much and have romantic or sexual feelings for them.
It is as if “romantic” can be regarded as a keyword here. Now we flip to the “R” section. The description says that it is relating to exciting feelings of love.
What else can we say other than it is a blatant vicious circle? Love is described in terms of romance, vice versa. Romance is the keyword for “love”, vice versa. No conclusion drawn and more confusion arises J. Romance itself is as difficult to be narrated as love is.
Hmm, nah sekarang kita buka kamus kedua. Kamusnya si Collin Farrel. Heheheh boong deh, maksudnya Collins’ Dictionary.
Love is great affection or sexual passion.
“Sex” itself means the state of being male and female.
Apakah itu berarti cinta hanya tentang hubungan antara pria dan wanita saja? Sedangkan sebenarnya cinta itu kan universal sekali. Kita bisa menerima dan memberi cinta pada siapa saja. Pada kedua orang tua kita, pada teman tanpa memandang jenis kelamin, pada sesama yang lain dan juga pada kekasih atau pacar atau spouse yang sudah layak dan sepantasnya berbeda jenis kelamin.
Nah, apa kata si Mary Beth tentang cinta ini? Pada dasarnya dia juga tidak mencapai tahap perumusan kata cinta. Tetapi, dia memberi penjelasan dan pengertian tentang cinta.
Mary Beth mengingatkan kita bahwa kata cinta sering kita gunakan dalam bermacam-macam konteks. Dalam konteks “deep affection” yaitu cinta antar anggota keluarga, kita sering mengucapkan “I love my mom and dad.” Tetapi kata yang sama juga kita pakai dalam konteks cinta duniawi yaitu makanan hehehehehehe. Contoh yang diambil Mary Beth -“I love pizza”- telah mempopulerkan dua tipe cinta yaitu “real love” dan “pizza love”. Kata yang dipakai sama, “I love…” tapi yang di belakang-belakangnya beda dan it creates the whole different meaning.
Ketika kita mengatakan saya cinta mama papa, kita mengekspresikan bahwa kita peduli terhadap mereka, kita memberi perhatian lebih kepada mereka. Kita akan selalu menginginkan yang terbaik untuk mereka. Ketika mereka memerlukan sesuatu, kita akan selalu siap sedia untuk membantu, bahkan kalau kita harus mengorbankan sesuatu. Kita pasti selalu ingin membahagiakan mereka.
Tetapi ketika ketika kita berbicara cinta tentang pizza, apakah kita mau mengatakan bahwa kita peduli terhadap nasib si pizza itu? Apakah berarti juga kita mau menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya bersama sang pizza? Ketika pizza mempunyai masalah kita akan siap sedia membantu? Nggak kan?
Seberapapun sukanya kita sama pizza, atau makanan apapun juga, pasti ada saat-saat kita kekenyangan dan udah ga bisa makan pizza lagi. Pokoknya ogah deh. Dan yang terjadi kemudian pada si pizza kita juga gak peduli. Mau dibuang ke tempat sampah, mau ditaro di freezer, mau dibiarkan jadi ijo berjamur, atau mau dikasih ke anjing juga kita gak peduli.
Nah dari dua contoh ekstrim tersebut di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa kata cinta bisa dipakai dalam berbagai konteks tapi bisa mengandung arti yang berbeda-beda. Jadi emang susah dirumuskan apa itu cinta, kudu sesuai konteks. Mungkin juga akan sulit untuk merumuskan tapi lebih mudah mendeskripsikan dam mengungkapkannya.
Kalau kita ditanya, cinta seperti apa yang kita inginkan dari orang lain? Jelas jawabannya “real love” dan bukan “pizza love”. Kalo ada orang yang bilang ke kamu “I love you”, look deeply in his/her eyes and try to probe the meaning of the L word. Does it refer to real love or pizza love? If it is pizza love, then forget about it. Karena pizza love bukanlah cinta yang peduli, bukan cinta yang perhatian, bukan cinta yang tulus, bukan cinta yang rela berkorban.
APA KATA GEREJA?
Apa kata ajaran gereja tentang CINTA ini? Ada sebuah Vatican II document, Gaudium et Spes yang mengulas sedikit tentang dalamnya arti cinta. It says: “Man is the only creature created for his own sake and he finds himself only in the sincere gift of himself.”
Bingung? Sama dong, gue juga bingung tadinya. Ribet amat. Tapi kalo kita unpack kalimat tersebut, kita akan menemukan an incredible beauty and depth contained within. Oh iya, by the way, kata “man” di sini bukan hanya tertuju pada kaum pria sahaja, tetapi melingkupi manusia (pria dan wanita) pada umumnya. Mari kita mulai kupas. Jreeeeng…
“… the only creature created for his own sake.” Apa artinya? Maksudnya, manusia dilahirkan bukan demi orang tua sehingga mereka bisa menikmati memiliki bayi yang lucu. Bukan pula untuk saudara-saudara sehingga mereka mempunyai temen bermain, temen berantem, korban untuk digodain, untuk dimintai bantuan. Manusia juga bukan diciptakan demi teman baik mereka, sehingga mereka bisa mempunyai teman baik, teman curhat, and a good companionship.
Tetapi, manusia diciptakan karena God has the idea of you in his mind and said “It would be good for him to exist. It would be good for her to exist. I want her to have existence.”
Tuhan benar-benar cinta sama kita, tergila-gila sama kita and head over heels in love with us. Sejak pertama kali sperma membuahi sel telur, yaitu saat pertama kali eksistensi kita dihitung dalam populasi makhluk hidup di dunia ini, Tuhan sudah mencintai kita dan Dia sudah mempunyai maksud terhadap hidup kita. Tuhan mencintai kita sebelum orang lain mencintai kita, bahkan sebelum orang tua kita sendiri.
Tentunya kita sering menemukan dan melihat para orang tua yang amat sangat bangga terhadap apapun yang dilakukan sang anak. Coret-coretan di tembok yang bagi orang lain tiada arti maupun nilai keindahannya pun bisa membuat orang tua sang anak merasa yakin bahwa anaknya adalah the next Picasso-to-be. Bahkan mungkin suara tangis sang anak bisa membuat orang tua nya merencanakan untuk mendaftarkannya ke American Idol entah season ke berapa. Intinya, dengan cinta kita dapat selalu melihat keindahan dalam apapun yang dilakukan oleh orang yang dicintai.
Begitu pula cinta Tuhan terhadap kita. Bagaimanapun rupa kita dan seberapapun talenta kita, Dia akan selalu mencintai kita apa adanya karena kita adalah kita. Karena Tuhan mempunyai maksud terhadap hidup kita ketika kita pertama kali diciptakan. Karena Tuhan lah yang pertama kali menginginkan kita exist di dunia ini.
God created us simply because He loves us. He doesn’t have any selfish interest in us, karena Tuhan tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Tidak ada sesuatu pun yang kita lakukan yang tidak bisa Dia lakukan. Hal ini tidak berarti kita tidak perlu melakukan hal-hal yang baik dan penting di dunia ini. Tuhan menginginkan kita hidup karena Dia memang ingin kita hidup dan menikmati hal-hal yang indah di dunia ini. Dia akan selalu menginginkan yang terbaik dari kita. Tujuan akhir hidup kita yang diinginkan-Nya adalah untuk menikmati hidup kekal bersama-Nya di surga.
Cinta Tuhan adalah cinta yang tanpa syarat. Dia mencintai orang yang berdosa berat maupun berdosa ringan sama rata. Cinta-Nya yang begitu kuat tidak mengijinkan-Nya untuk berhenti mencintai kita atau untuk marah terhadap kita. Cinta Tuhan juga adalah cinta yang tidak berkesudahan. Seberapa jauh pun kita menyimpang dari jalan-Nya, seberapa lama pun kita berpaling dari pada-Nya, Dia akan terus mencintai kita. Cinta Tuhan adalah cinta yang pemaaf. Cinta Tuhan adalah cinta yang tulus, Dia tidak pernah sedikitpun mengharapkan balasan dari anak-anak-Nya. Dia hanya menginginkan yang terbaik bagi kita semua.
Kalau Tuhan berkesempatan untuk mengatakan kepada kita, Dia akan berkata: “I love you because you are you.” That’s the real love.
Oleh karena itu, kita harus selalu yakin bahwa kita adalah makhluk berharga karena kita dicintai, dan kita diberkati dengan cinta yang tulus. Dengan demikian, cinta yang harus dibagi-bagikan antar manusia juga selayaknya cinta yang tulus, seperti yang diberikan Tuhan kepada kita.
FOUR FACES OF REAL LOVE
Cinta yang diinginkan adalah “the real love”, tapi dia sendiripun mempunyai empat wajah. Siapakah mereka?
Agape
Ini adalah cinta yang paling umum. Kita mencintai orang lain karena dia adalah manusia dan kita melihat wajah Tuhan di wajahnya. Kita tidak perlu mempunyai hubungan khusus dengan orang tersebut untuk mencintai dia atas nama “Agape” ini. Misalnya kalau kita menyumbang pada korban bencana alam, kita peduli terhadap mereka walau tidak mengenal sama sekali. Ini adalah bukti cinta. “Agape” lah yang memotivasi kita. Ketika pastur di misa mengucapkan “I love you all”, ini juga merupakan salah satu wujud “Agape”.
Storge
“Storge” adalah cinta dalam keluarga, biasanya ditemukan dalam relasi orang tua dan anak. Cinta ini adalah cinta yang paling fundamental di kalangan umat manusia. Karena cinta dalam keluarga adalah cinta yang datang paling pertama dari sesama manusia. Cinta dalam keluarga juga merupakan contoh utama dalam konteks cinta tanpa syarat antar manusia. Mengapa? Karena kita tidak mempunyai kesempatan untuk memilih seperti apa orang tua, anak atau saudara-saudara yang kita mau, but we’ll love them anyway.
Philia
Philia simply means friendship. Ini adalah bentuk cinta yang kita bisa memakai hak memilih kita. Karena kita bisa memilih siapa orang yang paling dekat dengan kita, siapa yang menjadi teman baik kita. Walaupun kita harus mencintai semua orang, tetapi ada orang-orang tertentu yang dekat dengan kita dan juga menjadi teman kita berbagi perasaan. Kalau kita menemukan seseorang yang mempunyai banyak kesamaan dengan kita, yang kita merasa cocok untuk bersama-sama, kita ingin menghabiskan waktu bersamanya, rasa cinta jenis “philia” ini akan timbul.
Eros
Eros ini bukanlah Eros Djarot, walaupun lagu-lagu cinta yang dinyanyikannya adalah lagu tentang eros ini. Paling gampang ngenalin eros, karena biasanya setiap love story, love song, love poem, love movie is about this kind of love. Ini adalah cinta yang dirasakan seseorang terhadap lawan jenisnya. Terhadap pacar dan juga pasangan hidup. Nonetheless, don’t associate eros with a mere emotional feeling, sexual attraction or infatuation. The real eros is deeper than that. It is about decision, it is about commitment. The real eros will say “you and only you for the rest of my life” and it will exclude others. It is also permanent, a “til death do us part” kind of thing, regardless all the emotional tides during the journey.
Yah begitulah sekilas tentang cinta. Semoga kalian bisa mempunyai pandangan yang lebih indah tentang cinta. Now we’ve talked about love so let’s feel and share it to everyone..
There might be no way to describe what love is, but there must be a way to FEEL it.
Pesan sponsor: Be true to love and love will be true to you.
~JRPL~
January 2004
Thursday, July 26, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment