Kau janjikan aku matahari,
kau janjikan aku angin sepoi-sepoi,
kau janjikan aku burung berkicau,
kau janjikan aku bunga indah berwarna-warni,
mana janjimu?
Kau katakan kau akan datang,
Paling lambat bulan April, katamu
Kutunggu dan kutunggu
Jendela kamarku adalah saksi
penantianku yang tak kunjung tiba
mana janjimu?
Tidak biasanya engkau tak setia
Tidak biasanya engkau lupa
Tidak biasanya engkau biarkan aku,
bertanya-tanya dalam hati
mana janjimu?
Kau hancurkan mimpiku
Untuk berlari bebas di taman bunga
Bercelana pendek dan bersandal jepit,
bersahabat dengan alam,
biarkan angin membelai lembut tubuhku
Kau masih berani bertanya apakah aku kecewa?
Huh, tahu diri donk!
Cukup sudah penantianku
Menguap sudah impianku
Musim semi, mana janjimu?
Ketika kau datang sehari-dua,
Apakah itu semua hanya basa-basi?
Sebuah formalitas belaka?
Tidak sayangkah kau padaku,
hingga kau biarkan Musim Dingin tetap menyelimutiku?
Oh, aku lelah!
Lelah dengan jaket yang tebal ini
Lelah dengan baju berlapis-lapis
Lelah mengenakan kaus kaki dan sepatu terus-menerus
Lelah dengan anginmu yang tidak berperikemanusiaan
Kalau kau memang lupa,
kan kuingatkan sekali lagi
Ini sudah April!
Sudah tiba saatnya engkau datang!!
Musim semi datanglah,
Datanglah dan seribu maaf akan kuhaturkan
Tertulis oleh seonggok jiwa,
yang merindukan kehangatan...
terutama celana pendek dan sendal jepit...
Saturday, April 07, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment