Sunday, March 27, 2005

Bau Terasi!!!

Begitulah gelegar suara Bu P di kelas 3 IPA 2, suatu hari di tahun 1999. Hmm, tak terasa sudah hampir enam tahun berlalu dari hari-hari belia nan indah. Hari itu berlangsung seperti biasa. Kami warga-warga manis 3IPA2 datang ke sekolah SMU Santa Ursula yang terletak di bilangan sentral Jakarta, Jalan Pos no. 2 tepatnya. Mereka yang terbiasa datang pagi kembali menghabiskan waktu sebelum gerbang depan dibuka pukul 6.20 am sambil bercengkerama dan bertukar senyum dengan Roy, satpam sekolah yang mewarisi rambut Achmad Akbar. Walau gerbang depan sudah dibuka, kami masih harus menunggu sampai 6.30 am, untuk boleh memasuki kawasan SMU di lantai 2. Kapel pun menjadi lahan menghabiskan waktu. Sambil berdoa, tentu saja. Memohon supaya Tuhan berbelas kasih dan membimbing kita di sekolah yang terkenal killer itu. Ada yang berusaha mengejar tidur, bahkan ada yang dengan santainya gosok gigi di sekolah…. (serasa rumah sendiri – red.)

Hari itu, semua berjalan normal. Sekolah dimulai pukul 7 pagi teng, 45 menit untuk setiap mata pelajarannya. Guru-guru bergantian masuk kelas, alat pemacu jantung alami bagi para siswa. Ketua kelas ketambahan senam jantung dengan urusan kapur tulis, debu-debu di meja guru yang tidak boleh tampak, buku absen, dan lain-lain. Tetapi, bagi kelas 3 IPA2 hari itu sedikit spesial. Mengapa ?

Yah, hari itu, beberapa minggu sebelum EBTANAS digeber, kelas kami akhirnya tidak kebagian jatah ulangan satu pun!! Sungguh suatu pengalaman langka yang tak kan terlupakan. Setelah berbulan-bulan kami dicecar dengan ulangan yang bertubi-tubi (sumpah, kami lebih tidak takut dengan tembakan beruntun dari meriam), akhirnya hari itu doa kamu terjawab sudah. Dewi Fortuna rupanya berpihak pada kami. Bayangkan, kapan ulangan pertama kami dalam tahun ajaran tersebut? Hari keempat sekolah!! Sekolah mulai hari Senin setelah libur satu bulan, ulangan mendadak Kimia hari Kamis pada minggu yang sama. Alhasil, warna merah pun bertaburan.

Jadi, kami sekelas mempunyai kebulatan suara (diiringi anggukan kepala dari setiap sudut kelas) bahwa hari langka tersebut haruslah dirayakan. Bagaimana?? Dengan rujakan tentu saja!! Suatu sinergi kerja yang amat harmonis pun terbangun, mungkin karena sudah merasa senasib sepenanggungan setelah hampir satu tahun jatuh bangun bersama-sama menghadapi hari-hari di jurusan IPA. Pembagian tugas dilakukan. Kedondong, mangga, mangga muda, bengkoang, sampai semangka dan buah-buah yang “ga mungkin – ga mungkin” untuk rujakan deh !! Tidak ketinggalan juga bumbu rujak; super pedas, pedas dan tidak pedas sama sekali. Yang terakhir jelas untuk golongan tertentu; golongan unik (bangsa Indonesia yang tidak gemar pedas) dan cantik tentu saja.

Waktu istirahat yang terhimpit di antara jam pelajaran Biologi pun dijadikan tempat pelampiasan kegembiraan dan keriyaan kami. Begitu bel berdering (sudah tidak jaman bel berdentang – red.) segera kami dengan sigap berdiri dengan mantap di samping meja masing-masing (karena kalau tidak mantap akan terdengar hentakan “Jadi cewek gak boleh klemar-klemer!!”). Kedua guru biologi kami (Bu L dan Bu P) pun melangkah keluar sambil bercengkerama, entah tentang apa. Mungkin tentang hormon, sistem pencernaan, respirasi, ekskresi, fermentasi, atau hanya tentang kebandelan anak IPA2 atau bahkan hanya membicarakan menu makan siang nanti. Yang jelas bukanlah mereka membahas tentang Brad Pitt, Keanu Reeves, Ari Wibowo, Mark Van der Beek yang merupakan jatah pergunjingan kita kala itu.

Dengan super sigap dan cepat, kami segera menciptakan sebuah lorong di antara meja-meja yang cukup lebar untuk kami duduk dan menggelar bahan-bahan bawaan kami. Harum buah-buahan mengisi ruangan, dan tak lupa ia berkelana ke koridor depan kelas (maklum lah sekolah kami memang memegang teguh open concept). Hal ini tentunya membuat rekan-rekan kelas sebelah untuk berhenti sejenak dengan tampang iri dan air liur berhamburan (oops, jelas tidak karena kami adalah wanita-wanita manis). Jadilah moment tersebut menjadi our best 15 minutes in the whole year. Kali pertama kami merasa menjadi manusia yang tidak menganggap belajar sebagai kegiatan utama kami.

Suara tawa itu, kilat jepretan kamera, wangi bumbu dan buah masih terbayang. Ketika bel kembali berdering menandakan waktu istirahat sudah selesai, kami masih enggan untuk kembali ke tempat masing-masing. Beberapa siswa teladan (sengaja dipakai siswa dan bukan siswi untuk menghindari diskriminasi gender – red.) mulai beringsut ke tempat duduk masing-masing dengan rupa bersalah. Anak-anak lain yang lebih adventurous melanjutkan aksi makannya.

Malang memang tak dapat ditolak. Kedua guru biologi yang manis itu pun kembali memasuki kelas… dengan jantung yang hampir copot dan jatuh menggelinding menuju arah meja guru. Suara Bu P pun menggelegar “Bau Terasi!!” Serentetan amukan tanda tak senang pun ditujukan kepada kami. Bu L (yang kebetulan juga merangkap sebagai wali kelas kami), terlihat dari air mukanya juga tidak terlalu setuju dengan apa yang telah kami lakukan ini. Tapi di sisi lain, juga terlihat dia iba dan berusaha mengerti kerinduan kami akan sedikit kebebasan. Bu P segera memberikan tugas yang aujubillah banyaknya. Kami semua diam saja. Bukannya kenapa-kenapa, tetapi sebagian besar dari kami masih mengecap-ngecap kepedesan dan curi-curi lihat jam untuk menghitung menit sampai mereka diperbolehkan meneguk minuman. Uuugh, what a long 45 minutes.

Kejadian yang tidak terjadi setiap hari ini, diprasastikan di buku kenangan kami (year book – red.). Bahkan sampai sekarang, kami masih menyimpannya dalam hati kami.

Bukan sebagai bukti kenakalan kami, tetapi lebih sebagai bukti spontanitas dan kenekadan jiwa muda.
Jiwa yang tidak bisa terkungkung dalam sarang, jiwa yang selalu haus akan kebebasan.
Hati yang mencintai kebersamaaan dan hati yang penuh solidaritas.

Terkadang,
Lelah menjadi seorang dewasa.
Menanggung beban dan tanggung jawab.
Dihadapkan pada realitas kehidupan yang penuh perjuangan setiap hari, setiap menit dan setiap detik
Mulai memikirkan apa yang menanti kita di hari esok?
Mulai penuh keraguan akan kemampuan kita bertahan di hidup yang tak pernah pasti ini
Terus mempertimbangkan, apakah ini salah?
Apakah ini amoral?
Apakah seharusnya hal ini dilakukan?

Sigh…
Betapa rindunya akan masa lalu
Ketika spontanitas menjadi agenda utama
Rasa takut dan ragu diabaikan
Pengalaman digali, betapapun gilanya
Ketika a mere rujak party menjadi a total bliss
Ketika “hari esok” hanya sebatas ulangan yang akan dihadapi
Ketika “short term goal” adalah mendapat nilai yang baik dan naik kelas
Ketika “long term goal” adalah… yang penting lulus dulu, nanti dipikir lagi

Gedung tua itu,
Bernuansa hijau yang memberi kedamaian,
Ketentraman,
Rasa aman…
Merangkul kami gadis-gadis belia, dalam menjembatani masa muda dan dewasa
Dalam membekali diri sebelum memulai petualangan panjang kehidupan
Dalam menjalin persahabatan yang tidak akan pupus...
Manis...
Hangat...
Dan abadi

Sebuah cafe di ibukota mengumpulkan kembali beberapa insan
Bekas penghuni gedung hijau itu
Di sofa itu kami merebahkan badan
Berbicara seperti layaknya kaum dewasa
Tentang pekerjaan, tentang jodoh, tentang masa depan
Penat dan gelisah
Insekuritas

Tetapi sebuah lontaran tentang masa lalu
Membangkitkan semangat kami
Topik pun berganti
Gelak tawa kembali bergaung
Genggaman jemari menguatkan setiap jiwa kami
Dan mengingatkan bahwa...

C’est la vie
That’s life

Masa muda hanyalah masa lalu
Yang boleh dikenang tetapi jangan biarkan diri kita terhanyut dalam arusnya
Setiap penggal kehidupan adalah bagian dari sebuah perjalanan
Yang sarat akan proses pembelajaran

Penanaman modal untuk hari esok
Dan keesokannya lagi...
Dan keesokannya lagi…

And friendship comes to strengthen each soul
For everything, there’s a season…


Rhea Patricia Liem
27 March 2005 (Happy sweet 17th bday to my beautiful sista Rinda!!)

Thanks to the fabulous gals: Daisy, Maureen, Jessica, Oppie, Grace… ex 3IPA2 Sanur 1999, we rocked gelare!! Thanks for being part of my life (and also to all my high school friends); past, present and future...


1 comment:

Cile said...

Rheaaa...penulis berbakat kita...hehehe...gue jg ada blog nih...*ikut-2 an* but isinya masih duikit...suka gak sempet update-2, but please drop by di ceciliapurnama.blogspot.com soale gue taro link ke blog elu juga rhe...=P